Hi

Jumat, 05 Agustus 2016

Ciri khusus dan Fungsi Kantong Semar

Kantong Semar







    Ciri khususFungsi
    1. Kantong semar mempunyai kantong penangkap seranggaBerfungsinya untuk menangkap hewan, terutama serangga.
    2. Kantong semar menghasilkan nektar yang manis dan harumBerfungsi sebagai umpan untuk memikat serangga agar datang berkunjung.
    3. Kantong semar menghasilkan cairan pencerna seranggaCairan daun kantong semar mengandung enzim tripsin dan pepsin yang dapat melarutkan serangga.

    Ciri Khusus dan Fungsi Kaktus

    Kaktus





    Ciri KhususFungsi
    1. Daun yang berbentuk duri
    Berfungsi untuk mengurangi penguapan.
    2. Kaktus mempunyai batang berlapis lilinBerfungsi untuk mengurangi penguapan atau menghambat penguapan air yang ada di dalam batang.
    3. Kaktus mempunyai batang berlapis lilin batang yang tersusun oleh jaringan spon

    Berfungsi untuk menyimpan cadangan air. 
    4. Kaktus mempunyai akar yang sangat panjangBerfungsi sebagai penyerap air dan zat hara serta mencari makanan untuk mempertahankan diri agar tetap bisa bertahan hidup.

    Sabtu, 23 April 2016

    KONFERENSI MEJA BUNDAR (KMB)

    KONFERENSI MEJA BUNDAR DAN PENGAKUAN KEDAULATAN


    Kelompok 10 

    Anggota : 
    1. Tri Utami Febriyani
    2. Syahara Dwi Pratiwi
    3. Putri Citra Rahmawati
    4. Nurismayani

    Kelas V.B
    SDN Sukamaju Baru 2
    Tahun Pelajaran 2016/2017


    KONFERENSI MEJA BUNDAR



         Konferensi Meja Bundar adalah sebuah pertemuan antara Indonesia dan Belanda dan merupakan salah satu perundingan yang menjadi tonggak diakuinya kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. 

    Latar Belakang : 
         - Belanda mendapat kecaman dari dunia Internasional karena usahanya untuk meredam kemerdekaan Indonesia dilakukan melalui jalan kekerasan.
         - Indonesia ingin mempertahankan kemerdekaan dan bebas dari penjajah.
         - Indonesia ingin memperoleh pengakuan kedaulatan dari Belanda.
         - Untuk menyelesaikan sengketa antara Indonesia dan Belanda.
         - Usulan Roem-Royen untuk segera mengadakan Konferensi Meja Bundar (KMB).



    Proses KMB : 

         Konferensi Meja Bundar (KMB) dilaksanakan di Den Haag Belanda, pada tanggal 23 Agustus 1949 hingga 2 November 1949. Dalam KMB tersebut dihadiri delegasi Indonesia, BFO (Bijzonder Federaal Overleg), Belanda, dan perwakilan UNCI. Berikut ini para delegasi yang hadir dalam KMB. 
    > Indonesia terdiri dari Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh Roem, Prof Dr. Mr. Soepomo.
    > BFO dipimpin Sultan Hamid II dari Pontianak.
    > Belanda diwakili Mr. Van Maarseveen.
    > UNCI diwakili oleh Chritchley.


         Untuk mempermudah pembahasan dalam permasalahan konferensi maka dibentuk 3 komisi : 
     Komisi Ketatanegaraan 
       Membahas permasalahan mengenai ketatanegaraan.
     Komisi Keuangan 
       Membahas permasalahan mengenai keuangan.
     Komisi Militer 
       Membahas permasalahan mengenai kemiliteran.
       KNIL = Dibubarkan 
       APRIS = Dibentuk dengan TNI sebagai intinya

    Hasil KMB : 
    1. Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.  
    2. Pengakuan Kedaulatan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949. 
    3. Masalah Irian Barat akan dilakukan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun setelah pengakuan kedaulatan RIS. 
    4. Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia Belanda yang dikepalai Raja Belanda.
    5. Segera akan dilakukan penarikan mundur seluruh tentara Belanda dan Kapal-kapal perangnya.
    6. Pembentukan Angkatan Perang RIS (APRIS) dengan TNI sebagai intinya. 

    Dampak KMB :



    PENGAKUAN KEDAULATAN

         Dengan berakhirnya KMB, berakhir pula perselisihan Indonesia-Belanda. Pengakuan pertama datang dari negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab, yaitu, Mesir, Suriah, Libanon, Saudi Arabia, Afganistan, India dan lain-lain. 
         Walaupun Belanda sendiri tidak mengakui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dan hanya mengakui tanggal 27 Desember 1949, namun keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu tetap terhitung sejak Proklamasi Kemerdekaan oleh Bangsa Indonesia.
         Sesuai hasil KMB, pada tanggal 27 Desember 1949 diadakan upacara pengakuan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah RIS. Upacara pengakuan kedaulatan dilakukan di dua tempat, yaitu di Den Haag dan Yogyakarta secara bersamaan. Dalam acara penandatanganan pengakuan kedaulatan di Den Haag, Ratu Yuliana bertindak sebagai wakil Negeri Belanda dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil Indonesia. Sedangkan dalam upacara pengakuan kedaulatan yang dilakukan di Yogyakarta, pihak Belanda diwakili oleh Mr. Lovink (wakil tertinggi pemerintah Belanda) dan pihak Indonesia diwakili Sri Sultan Hamengkubowono IX.
         Dengan pengakuan kedaulatan itu berakhirlah kekuasaan Belanda atas Indonesia dan berdirilah Negara Republik Indonesia Serikat. Sehari setelah pengakuan kedaulatan, Ibukota negara pindah dari Yogyakarta ke Jakarta. Kemudian dilangsungkan upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera Indonesia.